Social Icons

Pages

Featured Posts

Saturday, 24 October 2015

Membuat Ujian Online Menggunakan TCExam

Sebagai salah satu implementasi dari penerapan bidang Teknologi Informatika & Komunikasi dalam kegiatan pembelajaran adalah dengan melibatkan siswa dalam proses pembelajaran elektronik. Pembelajaran Elektronik bukan belajar tentang seluk beluk elektronik, baik itu arus lemah maupun arus kuat. Namun kegiatan pembelajaran yang menggunakan media elektronik sebagai alternatif dari kegiatan belajar mengajar konvensional.
Salah satunya adalah menggunakan media internet atau disebut juga e-learning. E-learning memungkinkan KBM tanpa tatap muka sehingga dapat dijadikan solusi bagi sekolah yang terpisah jarak dan waktu antara siswa dan guru. Contohnya adalah SMK ketika memberangkatkan siswa dan siswi-nya ke tempat PKL (Praktik Kerja Industri atau PKL). Otomatis siswa selama berbulan-bulan jarang bertemu dengan gurunya. Oleh karena itu e-learning cocok diterapkan pada masa-masa seperti ini.
Contoh lain adalah ketika beberapa hari yang lalu saya membuat kegiatan ujian yang diselenggarakan secara on-line real-time. On-line dalam hal ini siswa dapat mengerjakan soal-soal ujian di mana saja sepanjang ada koneksi internet dan tidak perlu hadir di satu ruangan bersama-sama dengan peserta ujian lainnya. Real-time berarti juga soal dan ujian digelar dalam rentang waktu tertentu. Di mana jika dikerjakan di luar rentang waktu yang ditentukan maka soal ujian tidak dapat diakses.
Banyak tool atau system yang memungkinkan hal tersebut di atas, salah satunya yang umum adalah Moodle. Sebuah CMS lengkap yang dapat memungkingkan kegiatan e-learning terlaksana. Contoh guru yang intens dalam kegiatan e-learning menggunakan Moodle adalah ibu Amiroh Adnan dari Jombang (http://amiroh.web.id).
Namun sesuai judul di atas, Membuat Ujian Online Menggunakan TCExam maka saya di sini hanya fokus pada membuat soal ujian online saja. Dan itu mengunakan TCExam, sebuah CMS free yang sederhana dan memang dapat digunakan untuk membuat ujian online atau quiz/survey secara online. Developnya pun mudah, sama seperti membangun CMS-based web lainnya. Ujian on-line ini juga sudah saya terapkan pertama kalinya ke siswa/i ketika saat ujian remidial Ulangan Semester beberapa hari yang lalu.
TCExam dapat didownload di sini : http://www.tcexam.org/download.php lalu ekstrak dan upload ke web site. Berhubung di tempat saya selalu mengalami error ketika mencoba TCExam di localhost maka saya langsung install di web sekolah, alias live hosting development.
Prosesnya sama seperti membuat web dengan CMS-CMS lainnya
  1. Membuat Database, User Database, Password Database lalu 'menggandeng' si User Database dengan Database-nya.
  2. Membuat Sub-Domain (saya sarankan sistem ujian online diletakkan di sub-domain atau di sub-folder web)
  3. Kalau membuat sub-domain otomatis akan muncul direktori baru pada file manager di web kita, tinggal upload ke dalam situ saja.
  4. Upload CMS TCExam ke hosting. Bisa menggunakan program FTP.
  5. Ketikkan http://www.yoursite.com/install/install.php atauhttp://yoursite.com/tcexam_folder/install/install.php jika TCExam disimpan di dalam folder (bukan pada sub-domain).
Selanjutnya silahkan isi form di bawah ini :
  • db type: tipe database (default-nya MySQL).
  • db host: nama host (biasanya sih localhost)
  • db port: port database (3306 untuk MySQL atau 5432 untuk PostgreSQL).
  • db user: nama user database (bikin terlebih dahulu di menu Database pada CPanel).
  • db password: Password untuk user database
  • db name: Nama databse yang sudah dibuat pada menu Database di CPanel
  • tables prefix: prefix untuk table database
  • host URL: alamat/domain web site kita
  • relative URL: relative path dari root webserver di mana TCExam berada (biasanya / atau /tcexam_folder/). Karena saya install di sub-domain web maka bagian ini saya tidak kutak-katik.
  • TCExam port: biarkan saja.
Jika proses install berhasil (semoga) maka kita langsung bisa menuju ke TCExam yang sudah kita install.
Nanti akan disuguhi jamuan form berupa username dan password yang harus diinput yaitu : admin untuk username dan 1234 untuk passwordnya.
Salah satu kelemahan dari sistem ujian online ini adalah tingkat kebocoran yang sangat tinggi karena guru tidak dapat memantau aktifitas siswa ketika mengerjakan butir soal. Selain itu juga kesulitan ketika guru akan membuat analisis masing-masing butir soal dari ujian yang diselenggarakan.
Sumber dan manual untuk membuat group, user, paket soal (module) dan ujian bisa dilihat di TCExam Docs ( http://www.tcexam.org/docs.php ) lalu klik menu First Test.
Hirarki TCExam dimulai dari membuat :
  1. Group
  2. User
  3. Modul
  4. Paket Soal
  5. Butir Soal (dibuat satu persatu, berikut kunci jawaban benar dan salahnya, untuk Multiple Choice)
  6. Lalu terakhir adalah membuat Ujian (Test), di sini kita dapat menentukan beberapa parameter seperti waktu mulai dan akhir ujian (Test), nilai per butir soal, group yang dapat mengikuti ujian sampai KKM.
  7. Terakhir menggandeng Test (Ujian) dengan paket soal dan modul yang sudah kita buat sebelumnya.
Oke, selamat mencoba dan menggiring siswa/i Anda ke salah satu kegiatan pembelajaran yang menggunakan media elektronik.

Thursday, 22 October 2015

Pindah mode konsol atau GUI di Linux

Di lingkungan linux Desktop suatu user bisa mengakses ke layar kerja konsol atau biasa di kenal x-windows dengan menekan Ctrl+Alt+F1, dengan demikian dalam mode tersebut kita hanya akan melihat tampilan layar hitam gelap dan input kerja teks seperti halnya layar kerja linux versi server saja.

Jika berpindah ke konsol dengan Ctrl+Alt+F1, lalu bagaimana kita berpindah lagi ke tampilan GUI/Grafik tanpa merestart/reboot sistem Linux desktop. Atau bagaimana cara kita membuka Tab kerja konsol baru tanpa menutup konsol kerja sebelumnya?...Dibawah ini beberapa tips yang mungkin bisa membantu
dalam kasus diatas, perlu diketahui bahwa penulis menggunakan Linux Ubuntu Desktop 10.04 LTS saat mempraktekannya :

Cara pindah ke tampilan konsol atau x-windows dari GUI di linux, dari keyboard :
Ctrl+Alt+F1

Cara membuka tab/jendela kerja baru konsol di Linux (mirip di terminal saat kita membuka tab baru) :
Ctrl+Alt+F2
Catatan, Jika ingin membuka tab konsol baru lebih dari 2 tab maka ini memungkinkan kita membuka tab sampai dengan 6 tab konsol, tinggal ganti saja kombinasi
akhiran keyboardnys, misal F1 dengan F2, F3, F4, F5, dan F6.

Cara pindah kembali dari mode konsol ke GUI di Linux Desktop :
Ctrl+Alt+F7

Monday, 12 October 2015

Routing statik dengan 2 buah router

Ini merupakan topologi sederhana untuk menghubungkan 2 buah jaringan yang berbeda. Pada contoh ini akan diperlihatkan fungsi dasar router yakni sebagai penghubung jaringan yang berbeda.

Topologi Routing sederhana dengan 2 buah router mikrotik


Topologi diatas  dibuat didalam GNS3, untuk contoh kasus diatas, C1 hendak berkomunikasi dengan C2 yang berada pada jaringan yang berbeda. Penambahan cloud disini hanya untuk menghubungkan PC kita (melalui Microsoft Loopback Adapter) kedalam Router agar bisa diremote dengan Winbox.

Untuk host C1 dan C2, disini saya menggunakan VPCS. Berikan IP Address sesuai topologi diatas, yakni pada C1 192.168.10.2/24 (gateway 192.168.10.1). Sedangkan pada C2 berikan IP Address 192.168.20.2 (gateway 192.168.20.1). Untuk cara pemberian IP pada VPCS silahkan lihat disini.

  • Konfigurasi pada Router1
    Konfigurasi melalui Konsol: 
    • Merubah nama router :
      [admin@Mikrotik] system identity set name=Router1
      
      
    • Menambahkan IP address pada ether1 ke arah Router2
      [admin@Router1] > ip address add address=100.45.32.1 netmask=255.255.255.252 interface=ether1
      
      
    • Menambahkan IP address pada ether2 ke arah LAN C1
      [admin@Router1] > ip address add address=192.168.10.1 netmask=255.255.255.0 interface=ether2
      
      
    • Tes Koneksi ke PC di LAN1, yakni host C1

      [admin@Router1] > ping 192.168.10.2                                             HOST                                     SIZE TTL TIME  STATUS
      192.168.10.2                               56  64 2ms
      192.168.10.2                               56  64 2ms
      192.168.10.2                               56  64 2ms
      192.168.10.2                               56  64 1ms
      192.168.10.2                               56  64 2ms
      
      
       
    • Konfigurasi Routing
      [admin@Router1] > ip route add dst-address=192.168.20.0/24 gateway=100.45.32.2
      
      
    Konfigurasi dengan Winbox:

    Setting IP Address melalui Winbox
     
Konfigurasi Routing statik Mikrotik
     
  • Konfigurasi pada Router2
    • Merubah nama router :
      [admin@Mikrotik] system identity set name=Router2
      
      
    • Menambahkan IP address pada ether1 ke arah Router1
      [admin@Router2] > ip address add address=100.45.32.2 netmask=255.255.255.252 interface=ether1
      
      
    • Menambahkan IP address pada ether2 ke arah LAN C2
      [admin@Router2] > ip address add address=192.168.20.1 netmask=255.255.255.0 interface=ether2
      
      
    • Tes Koneksi ke PC di LAN2, yakni host C2

      [admin@Router2] > ping 192.168.20.2                                             HOST                                     SIZE TTL TIME  STATUS
      192.168.20.2                               56  64 2ms
      192.168.20.2                               56  64 2ms
      192.168.20.2                               56  64 2ms
      192.168.20.2                               56  64 1ms
      192.168.20.2                               56  64 2ms
      
      
       
    • Konfigurasi Routing
      [admin@Router2] > ip route add dst-address=192.168.10.0/24 gateway=100.45.32.1
      
      

    Konfigurasi dengan Winbox:
    Setting IP Address pada Router2


    Konfigurasi Routing pada Router2
Dengan konfigurasi kedua Router diatas, sekarang Host C1 bisa berkomunikasi dengan Host C2 walaupun berbeda jaringan.

Hasil Trace dari Host C1 ke C2
VPCS[1]> ping 192.168.20.2
192.168.20.2 icmp_seq=1 ttl=62 time=5.000 ms
192.168.20.2 icmp_seq=2 ttl=62 time=5.000 ms
192.168.20.2 icmp_seq=3 ttl=62 time=4.001 ms
192.168.20.2 icmp_seq=4 ttl=62 time=4.000 ms
192.168.20.2 icmp_seq=5 ttl=62 time=4.001 ms

VPCS[1]> trace 192.168.20.2
trace to 192.168.20.2, 8 hops max, press Ctrl+C to stop
 1   192.168.10.1   2.001 ms  1.000 ms  4.000 ms
 2   100.45.32.2   4.000 ms  1.000 ms  2.001 ms
 3   *192.168.20.2   11.000 ms (ICMP type:3, code:3, Destination port unreachabl
e)


Hasil Trace dari Host C2 ke C1
VPCS[2]> ping 192.168.10.2
192.168.10.2 icmp_seq=1 ttl=62 time=3.000 ms
192.168.10.2 icmp_seq=2 ttl=62 time=3.000 ms
192.168.10.2 icmp_seq=3 ttl=62 time=2.000 ms
192.168.10.2 icmp_seq=4 ttl=62 time=6.001 ms
192.168.10.2 icmp_seq=5 ttl=62 time=4.000 ms

VPCS[2]> trace 192.168.10.2
trace to 192.168.10.2, 8 hops max, press Ctrl+C to stop
 1   192.168.20.1   2.000 ms  2.000 ms  1.000 ms
 2   100.45.32.1   3.001 ms  2.000 ms  2.000 ms
 3   *192.168.10.2   3.000 ms (ICMP type:3, code:3, Destination port unreachable
)


Terlihat bahwa ketika melakukan trace dari Host C1, akan melewati Router1 (192.168.10.1) dan Router2 (100.45.32.2) sebelum akhirnya menuju C2 (192.168.20.2). Begitupun sebaliknya, untuk hasil trace dari Host C2 akan melewati Router C2 (192.168.20.1) dan Router1 (100.45.32.1) lalu ke Host C1.

Tuesday, 15 September 2015

CARA MENGATASI APACHE TIDAK BISA RUNNING DI XAMPP

ebelumnya saya pernah menuliskan tentang cara menginstal XAMPP di komputer. Namun entah mengapa, terkadang Apache tidak bisa running di XAMPP. Padahal itu sangat diperlukan untuk membuat website ataupun aplikasi berbasis PHP.
Bingung? Tenang, pasti ada solusinya …
Biasanya hal ini terjadi karena ada aplikasi lain yang menggunakan port yang sama dengan aplikasi Apache XAMPP ini sehingga tidak memungkinkan untuk menjalankannya secara bersamaan.
Untuk itu, solusi yang bisa kita lakukan adalah dengan merubah settingan port Apache XAMPP kita supaya bisa tetap running.
Berikut ini langkah-langkahnya:
  1. Lakukan perubahan pada file httpd.conf 
  2. Buka file httpd.conf di folder C:\xampp\apache\conf\ dengan menggunakan aplikasi notepad.
  3. Cari kata “Listen 80” dan ubahlah menjadi “Listen 8080“.
  4. Masih di file yang sama, carilah kata “ServerName localhost:80” kemudian ubahlah menjadi “ServerNamelocalhost:8080“.
  5. Lalu Simpan.
  6. Selanjutnya, buka file httpd-ssl.conf di C:\xampp\apache\conf\extra\.
  7. Carilah kata “Listen 443” dan ubah menjadi “Listen 4499“.
  8. Masih di file yang sama, dan carilah kata “virtualhost_default_:443” kemudian ubahlah menjadi “virtualhost_default_:4499
  9. Masih di file yang sama, carilah kata “ServerName localhost:443” dan ubahlah menjadi “ServerName localhost:4499
  10. Sekarang jalankan XAMPP Contol Panel, lalu klik Start pada Apache. Jika muncul peringatan di kotak detail bagian bawah “Apache started [port 80]“, maka bukalah browser dan arahkan ke alamat http://localhost:8080/xampp. Jika berhasil maka Web Service Apache tersebut telah berjalan di port 8080.
Nah, kira-kira begitulah cara mengatasi Apache XAMPP yang tidak bisa running. Semoga ini bisa menjadi solusi bagi Anda yang mengalami kesulitan saat menjalankan XAMPP.
Jika sudah menggunakan langkah-langkah di atas ternyata masih tidak bisa berjalan, silahkan sampaikan tanggapan Anda pada kolom komentar di bawah ini, saya akan coba bantu mencari solusinya.
Semoga bermanfaat ya.. :-)

Saturday, 12 September 2015

Troubleshooting Remote Akses MySQL Server

Suatu ketika, anda membuat program menggunakan Java atau Visual basic, dengan databaseMySQL tentunya, Nah saat membuat program dengan alasan kemudahan, mySQL server tentunya berada di localhost. Saat program selesai dan mau dipasang, pihak user minta agar server MySQL di pisah dengan Programnya. Mengingat program akan di install di beberapa komputer, anda pikir  ga akan ada masalah, cukup ganti koneksi yang tadi ke localhost ke IP server MySQL.  Ternyata muncul pesan error  “access denied for root@ipclient….” nah anda baru berpikir, apanya yang salah? Ip server sudah benar, username password benar kenapa tidak mau terkoneksi? Disini akan kita bahas solusinya

Solusi

Solusi untuk permasalahan ini, anda harus melakukan 2 langkah berikut
1. Edit file konfigurasi my.cnf
2. Update tabel user di database mySQL agar user root bisa mengakses lewat remote

Edit konfigurasi mySQL

Bukalah file my.cnf, karena setiap system beda, maka anda cari sendiri, kalau di linux biasanya di/etc/my.cnf kalau tidak ada cari di /etc/mysql/my.cnf sedangkan kalau di windows, umumnya ada di folder instalasi.
Carilah baris #bind-address=W.X.Y.Z ,(W.X.Y.Z adalah alamat IP)
buangkah tanda pagar dan gantiah ip sesuai dengan IP LAN di server mySQL anda, misal ip server anda 192.168.1.20, maka ubahlah menjadi
bind-address=192.168.1.20
sekarang masuklah ke  mysql menggunakanphpmyadmin biar mudah, cari database mysql, dan carilah tabel user, masukan query ini agar user root bisa mengakses database dari sembarang komputer di jaringan
UPDATE `mysql`.`user` SET `Host` = '%'
 where user.host='127.0.0.1 and user.User='root'
tanda ‘%’ pada query diatas artinya, user root bisa mengakses server mysql dari sembarang komputer.